Senin, 29 Agustus 2016

Karena Aku Ingin Mencintaimu Dengan Sederhana



Dengan seluruh kekagumanku padamu, surat ini aku kirimkan.

Kamu cukup tersenyum dan semudah itu aku jadi gila karena jatuh terkagum-kagum. Kamu tak perlu menjadi pria kekar yang ada di film-film action. Kamu tidak perlu menjadi pria manis yang ada di drama-drama televisi. Kamu hanya perlu menjadi kamu, sesederhana itu sudah memikatku dengan ketulusan hati. Kamu memang tidak memiliki banyak seperti yang dunia unggulkan, tapi justru itu yang membuat kepadamu aku menetapkan pilihan. Kamu berbeda dan menerimaku apa adanya.

Bersamamu, aku tidak perlu menjadi orang lain. Kamu tak perlu menjadi pahlawan-pahlawan yang diidolakan oleh seisi dunia, karena kamu memiliki kekuatan khusus di mataku yang bahkan mengalahkan Iron Man, dan kau harus tahu bahwa aku adalah #teamironman garis hardcore. Kamu memiliki kekuatan untuk membuatku tersenyum disaat tak ada satupun yang mampu mengusir sedihku. Terlalu magis. Terlalu sederhana. Namun aku suka.

Sesederhana kamu hadir, segala kuatirku pun terusir. Dari caramu melihat dunia, dari caramu menatap realita, dari caramu menyebarkan cinta, dari caramu menggantungkan mimpi, dari cara kerja pikirmu dan dari caramu mencintaiku. Aku sungguh jatuh cinta. Kamu tak pernah berjanji, tapi selalu menyuguhkan segala yang melebihi ekspektasi. Kamu sudah lebih dari cukup. Terima kasihku takkan pernah habis-habis, karena Tuhan telah menghadirkanmu.

Terima kasih, R. Terima kasih, priaku. Terima kasih.

Ngawi. February 7th, 2016.

Sebuah Pengingat Untuk Suatu Hari Yang Tak Diprediksi, Kala Kita Bertengkar.



Untuk kamu di suatu hari yang tak terprediksi,

Cinta adalah teka-teki. Dan perjalanan hati, tidak ada yang pernah bisa memprediksi. Tidak ada yang ahli, karena cinta bisa membuat siapapun jatuh berulang kali. Esok hari, masih terlalu rahasia untuk dicicipi. Janji seolah ikatan yang tak abadi, karena siapapun bisa lupa, bisa lalai tak menjaga, pun tak mampu lagi untuk menepati. Janji seolah ketakutan bagi mereka yang tak berani mempertahankan sampai akhir. Hanya ada hati yang perlu dilatih lebih kuat, lebih berhati-hati, lebih menjaga yang dicintainya.

Aku mencintaimu. Aku sangat mencintaimu. Bahkan hatiku lebih dulu memilihmu, sebelum kamu mengutarakan rasa. Mungkin sebelum perjumpaan kita, Tuhan sudah merencanakan agar kita saling mencinta. Itu adalah salah satu rahasiaNya, yang tak pernah bisa diukur dengan logika. Mungkin aku tak sering mengucapkan kalimat ini. Tapi kali ini ingin kubisikan lewat seracik aksara dalam surat yang entah kapan akan kau baca. Aku mencintaimu dan semoga akan selalu begitu. Karena sungguh aku tak bisa mengintip hari esok. Ada batas yang terlalu jauh, yang tak bisa kita tempuh.

Ketahuilah hal itu. Karena jika suatu hari lahir sebuah pertengkaran diantara kita, aku tak ingin ada rasa yang tersapu. Karena jika suatu hari kamu memalingkan wajahmu dariku, tolong jangan sangkal hatimu. Utarakan saja, keluarkan saja sesak yang menyangga hatimu, tapi jangan pergi. Jika suatu hari ada kekecewaan yang tiba-tiba mendatangi, janganlah malu untuk mengirimkan maaf terlebih dahulu. Dan jika suatu hari ada salah satu dari kita yang tak mampu mencegah luka, janganlah memilih untuk berpisah jalan. Ingatlah perjumpaan kita, perjalanan cinta dan rasa yang masih ada.

Kamu butuh menyendiri, tapi tidak dengan melepasku pergi. Kamu butuh menyembuhkan hati, tapi ijinkanlah aku yang mengobati. Jangan ijinkan gengsi untuk menghuni hati, karena aku takut ia yang akan mengusirku dari kediamanmu.

Aku mencintaimu, jangan terlalu lama membisu. Cepat peluk aku.

City of Heroes, Surabaya. August 15th, 2016.

Your Lie in August



Bohong jika aku sudah lega melepaskanmu. Bohong jika aku bahagia dengan ketiadaanmu. Bohong jika aku tak rindu. Bohong jika aku menyerah akan kita. Bohong jika aku tak pernah menunggu. Bohong jika aku tak mencari tahu tentang kabarmu. Bohong kalau aku mengusirmu, jika suatu hari kamu kembali untuk memulai segalanya lagi. Bohong jika stok persediaan cintaku menipis. Segalanya masih sama, masih untukmu.

Belum ada pria lain yang bisa memperbaiki, menyembuhkan atau mungkin membuatku jatuh cinta lagi. Puaskah kamu memenangkan seluruh pusat perhatianku? Kamu itu nadi, tombol penggerak dan penghenti segala kerja hati. Aku tak peduli lagi dengan gengsi, aku tak ingin lagi berpura-pura setuju dengan perpisahan ini, aku tak bisa lagi berperan seolah-olah jadi yang paling kuat. Aku tak ingin kamu hanya berdiri dan menyesali. Aku ingin kamu menghampiriku dan berbisik, “Aku telah pulang”.

Tanpamu, ada hal-hal sederhana yang kini baru kusadari terasa begitu istimewa. Aku sudah terbiasa dengan serangkaian hari kita yang penuh dengan peristiwa-peristiwa manis. Dari bertukar selamat pagi dan selamat malam sebagai pengawal dan batas usainya hari. Berlomba menjadi yang lebih rindu untuk mengajak bertemu. Atau caramu membuatku ingin selalu bermanja di bahumu dengan mengacak-acak rambutku dengan lembut. Sungguh, aku sudah terlalu terbiasa. Dan tanpamu, yang kurasa hanya hampa. Tanpamu, mereka menyoroti pandangan-pandangan aneh bahwa kita tak pernah berhasil mengikat cinta.

Benarkah? Apa tak bisa kita bantah apa yang mereka katakan? Kita memang tak berhasil, tapi bukankah kita masih saling mencintai? Aku hanya tak ingin jauh, tak ingin membiarkan orang lain mengisi hatimu, membiarkan perempuan lain mengganti posisiku di ruang pikirmu. Karena yang kuinginkan hanya aku yang dijadikan tempat pertama olehmu. Ingatlah rasa-rasa pertama kali saat kamu mulai menjatuhkan hati. Indah bukan? Mari jatuh cinta lagi, tanpa perlu harus saling menyakiti. Aku akan jadi perempuanmu, berjuang lagi dan sebisaku takkan melepaskan yang terbaik yang kupunya.

Because without you, everything will be different.

Surabaya, 14 Agustus 2016. Cheers for the worst day ever and happy 9thmontversary btw.


Resignation Letter.


Untuk seseorang yang pernah begitu kupahami,
Karena pernah begitu kucintai.

Maaf kalau harus menyebutkan kata-kata ‘pernah’. Karena memang pernah dan kini tak lagi. Ada sebuah batas transparan dari dirimu yang kini tak pernah bisa kusentuh. Arena khusus yang tak lagi menyertakan aku dalam arenanya. Pikiranmu yang tak bisa lagi kuterka akan kemana tujuannya. Ada banyak hal sederhana yang kini berformula jadi rumit. Dan seolah-olah perubahan-perubahan ini membuat kita saling menyalahkan diri sendiri. Bukan salahmu, jika ada yang harus selesai di antara kita. Bukan salahku, jika tak bisa lagi meneruskan setiap rasa pertama kali yang pernah kita bagi. Ini hanya cara kita belajar bahwa memang perlu ada yang berubah. Dan biarkan waktu yang mengajari kita untuk menerimanya, ya?

Aku undur diri, atas segala rasa yang nantinya bisa memperburuk kondisi hati. Aku undur diri untuk menitipkan lagi segala rasa yang pernah dimintamu dulu. Aku undur diri untuk segala masa depan yang dulu pernah kita impi-impikan. Langkahku pelan-pelan menjauh, mungkin kenangan akan begitu riuh, tapi takkan membuat beberapa luka semakin melepuh. Maaf jika aku tak mampu lagi bertahan, dan maaf jika aku secepat ini melepaskan. Namun hal-hal pahit, harus kau cicipi lebih dulu agar kau tahu apa rasanya manis. Sesendok pelajaran sedang kita lahap bersama-sama, tentang kenyataan bahwa tak seharusnya lagi kita bersama. Lepaslah dengan rela. Karena suatu hari, kita akan sama-sama tersenyum mengingat hari ini.

Memasuki pekarangan hatimu adalah cara terbaik mengenal cinta. Dan mengundurkan diri adalah satu-satunya hal yang paling tepat untuk menjauh dari pergerakan luka. Kita akan baik-baik saja. Selamat menemukan yang lain selain aku.

Wasalam.

Dari yang langkahnya sudah menjauhi kediamanmu.

Makassar, 6 Oktober 2012.

So, Good, Bye. For Now.

Finally, I remember my bloggor account! I'm so excited because I already had a bunch of draft that I really want to share. I'm happy that I can writing a blog again, before I forget my old true self because the stressful work.

So, let me start to post a thing, please enjoy it!



Ada sebuah janji yang tak pernah lagi bisa ditepati, karena kita memilih pergi. Satu yang memecahkan diri, berpisah haluan, mengucapkan selamat tinggal karena sudah menemukan kebahagiaan yang lain. Dan satunya lagi yang tersakiti, terlalu mencintai, tak terima dengan realita yang menyuguhkan luka lalu memilih untuk mengasingkan diri.

Aku tahu bahwa perpisahan selalu menyakitkan. Tapi tidak ada yang bisa mencegah kedatangannya, tidak ada yang tahu kapan ia tiba dan tidak ada yang menginginkannya. Jika saja bisa, aku mau tetap tinggal. Jika saja bisa, aku tidak ingin menyakiti siapa-siapa, pun tak ingin siapa-siapa tersakiti. Jika saja bisa, aku ingin terus bersama. Jika saja bisa, aku tidak mau ada sebuah perpisahan. Karena perpisahan itu menjauhkan. Semanis apapun, sebaik apapun bentuknya, perpisahan hanya akan mengasingkan kita. Lalu untuk apa bertemu, jika akhirnya berpisah?

Aku masih mencintaimu. Masih sampai detik dimana kamu mengecup keningku, masih sampai detik dimana kamu sibuk dengan duniamu, masih sampai detik dimana kamu berhenti memusatkan hatimu untukku, masih sampai detik dimana kamu menciptakan segitiga baru antara aku, dia dan kamu, masih sampai detik dimana kamu menghilangkan ritual-ritual manis kita, masih sampai detik dimana kakimu pelan-pelan mulai menjauh, masih sampai detik dimana kamu benar-benar berubah dan memilih pergi. Dan masih sampai detik ini, aku mencintaimu. Karena itulah hatiku begitu pedih dengan perpisahan yang tak pernah ingin kutuliskan skenarionya.

Waktu tidak pernah bisa diputar kembali. Jika kamu memilih pergi, maka pergilah dan jangan kembali. Untuk berdamai dengan kenyataan dan mengalah dengan penyangkalan, sungguh aku perlu waktu. Tapi setidaknya aku telah berani membiarkanmu pergi, merelakan agar hati tak dibuat berkeping lagi. Tentang hal yang hak patennya sudah tak bisa diubah, aku hanya bisa menerima bahwa kamu sudah tak lagi cinta. Mungkin dengan perpisahan ini, ada pertemuan lain yang sedang disiapkan. Tidak apa-apa, karena segalanya sudah dikendalikan oleh yang lebih Ahli.

“Its okay to walk out of someone’s life if you don’t feel like you belong in it anymore”

Berbahagialah. Ini bukan ritual kata yang kuucapkan sebagai salam perpisahan agar terlihat sempurna. Tapi sungguh, aku ingin kamu bahagia. Karena pernah aku melihatmu tersenyum manis, tertawa lepas, saat kita jatuh cinta dan seperti surga rasanya. Dan jika aku tak bisa lagi membuatmu seperti itu, berbahagialah dengan yang bukan aku. Jatuh cintalah lagi, karena hatimu butuh. Jika kamu telah menemukan orang yang tepat, aku berdoa agar tidak ada sebuah perpisahan. Karena sungguh, itu menyakitkan.

Aku pergi, aku akan segera menyembuhkan hati, aku akan menemukan bahagiaku sendiri.

Selamat pergi, Selamat tinggal (di hati yang lain).


Makassar. June 12th, 2012.

Sabtu, 01 November 2014

I will come back, someday. Home.


Makassar.
Kota Istimewa, the sunshine heaven on the earth.
Katanya.

Katanya manusia-manusia penghuninya.
Manusia-manusia yang pernah menyapanya.
Manusia-manusia yang sempat singgah sejenak.
Manusia-manusia yang memilihnya sebagai rumah selamanya.

Saya, pun, menjadikan Makassar rumah favorit saya.
Rumah yang saya tinggali selama lebih dari dua puluh tahun.
Pun, kota yang benar-benar saya benci karena ada beberapa peristiwa patah hati dan menyedihkan yang menjadikan saya setengah hidup.

Separuh nyawa saya tertinggal di kota itu, separuhnya tersisa di tubuh saya.

Separuh nyawa yang tersisa di tubuh saya memustuskan untuk menjadi pekerja.
Berhenti merasa.
Dan berkelit dari kehangatan bercengkrama dengan sesama manusia.

Mungkin saya sudah lelah, kata manusia jaman sekarang.
Saya akhirnya membuat rencana, memohon kepada Yang Kuasa agar membawa saya pergi.
Pergi meninggalkan Makassar untuk menata hati dan meregenerasi jiwa saya.
Entah itu dengan bersekolah atau mengembangkan karir profesional di sudut bumi lain.

Jikalau saya melangkah keluar, barangkali saya mampu menghidupkan separuh lagi nyawa saya.
Saya berusaha sekian keras untuk mewujudkan itu.
Nyatanya, saya merasa lebih sakit.
Penolakan demi penolakan, juga beberapa urusan terus membayang di belakang saya
karena penyelesaiannya terus saya tunda.
Saya pun semakin tak hidup.
Saya kehilangan kemampuan berbicara, kemampuan menyusun kata per kata menjadi kalimat penyampai rasa atau gagasan.

Perjuangan saya memasuki satu universitas ke universitas lain pun semakin sulit dan tak pula kunjung membawa hasil berarti.
Belum lagi dari kantor-kantor yang saya datangi.
Sembilan memang bukan angka besar untuk penolakan.
Dan waktu menganggur enam bulan masih tergolong belum lama.
Namun cukup besar dan lama untuk saya melihat kembali rencana saya.
Untuk mengukur kembali kemampuan saya, sudah siapkah untuk memulai kehidupan 180 derajat berbeda?

Saya sedih.
Saya bingung.
Saya pun semakin lelah.
Akhirnya saya menghabiskan waktu di kamar, beristirahat atau lebih tepatnya bermalas-malasan.

Hingga seorang teman mengobrol datang dengan berbagai kalimat wise-nya.
Dan sampai detik ini saya sangat bersyukur mempunyai teman seperti dia.
Teman yang mampu membuat saya kembali menjadi manusia, walaupun belum total utuh.
Setidaknya dia menyadarkan saya kalau masih ada satu kesempatan jika saya mau bersungguh-sungguh.

Saya tidak boleh menyerah.
Saya tidak boleh patah semangat.
Saya hanya butuh rehat lalu kembali berlatih, memantapkan kemampuan
sebelum kembali lagi meneruskan perjuangan.

Tuhan memang Maha Baik, rencananya kini mendamparkan saya ke ibu kota negara Indonesia, Jakarta.
Mempertemukan saya dengan banyak orang hebat yang menjadi pelajaran berharga buat saya.
Meskipun hanya merangkak, tapi sedikit demi sedikit saya merasa jauh lebih baik.
Jauh lebih hidup.
Juga jadi merindukan Makassar yang saya tinggalkan.
Jatuh cinta lagi dengan rumah saya.

Saya akan pulang, pulang ke Makassar.
Suatu hari nanti.
Ke rumah di mana saya mampu memilih siapa saja anggota keluarga saya.
Ke rumah, di mana saya selalu bisa kembali.

P.S: Semoga saya tidak pulang sendirian :p

JDwianri. Jakarta, 1 November 2014.




Jumat, 22 Agustus 2014

[Review] Our Best Time [Story by: Gong Ji Young, Art by Mizu Sahara]

Watashitachi no Shiawase na JikanWatashitachi no Shiawase na Jikan by Gong Ji-young

My rating: 5 of 5 stars


10 am on Thursday. this is the only time we can live.
-

This is my poorly written diary... To the people who feel worried about the words I write, what's in a driary is not exempt from punishment.

However, this was a chance for me to visit my mindset several months ago.

Back then, I dreaded sun's rays... Because when I was in the dark, I thought I could live unaffected by the true identity of the things that coiled.

The first time I met him was during a time like that...

The 1st Meeting: No. 3987

Around when November was coming to an end, I tested... Death

"To me, the hours that pass by each day are just an agony that I want to throw in the trash."

"No. 3987. That man... has attempted suicide countless time in prison just like you."
-

My second encounter with hime was the horrible things I heard about him.

The 2nd Meeting: Piano.

To be honest, I didn't really like the piano that much. But I played it, because it made my aunt, my cousin Hide, and my mom happy.

My mom was always yelling, and she'd only quiet down when she was listening to me play the piano.

So I played. For her sake...

"When she plays the piano, I can't hear a single bad thing, so it makes me feel better. I can't hear your... crying either."

"I am never playing the piano again!"
-

My third encounter with him occured through my misfortune...

The 3rd Meeting: The Bigot

For fourteen years, I had a secret that I couldn't tell anyone.

I don't know why I confessed all the sorrow that had collected inside my chest to him back then.

Was it because I was drunk? Because I thought he was going to die soon, anyway? Or because I knew that he was the same kind of person as me?

"I came because I didn't understand... Why someone like me, who wants to kill so badly, is running free... While someone like you, who trembles and begs for forgiveness, is locked up in here..."

"Next Thursday, at 10 AM... If I'm still alive then, please stop by. I also would like to talk... with you."
-

From my fourth encounter with him onwards, we competed to see who could talk the most.

The 4th Meeting: Sylvia.

We were only granted 30 minutes every Thursday.

Today may be the last day...

And so we continued to talk, even about trivial little things, and even if our throuats became sore...

"Today's a snow day. It's snowing. So Isn't it 'Sylvia's Day'?"
-

The 5th Meeting: Sketch Book

I decided to draw.

Because he had such a great regard for even trivial things...

I took notice of them for the first time.

Where I had thought there was only darkness, there are actually radiant, sparkling things that exist....

"You really are a lot like her. Maybe that's why she's changed. and you are the one who changed her."

"You've been sending me letters, right? I want to write back, but I don't have any talent for it. From your talks you really seemed to be attached to how things look outside. So... I wanted to atleast draw them to show you..."

"If you could, please draw my face sometime... If you draw a picture of me, maybe I'll be able to like it..."
-

The 6th Meeting: The Secret Letter

The answer that people who have witnessed a murder give about the existence of the death penalty...

The answer that people who have seen a criminal be executed give to activists who want the death penalty repealed...

If those answers were to finally satisfy our egos, and some distinguished person was to make a firm decision on it, we wouldn't be distressed about it...

"I have no complaints about being here in prison... I understand being hated all too well. I have no regrets..."
-

The 7th Meeting: Augustine.

Next Thusrday is Christmas. So my aunt and I attended Yuu's baptism.

His Christian name is Augustine.

"Lately... I've been scared of time passing... I wonder what I'd do if his sentence was carried out tomorrow. He told me himself that he has no complaints about where he stands... I'm the one who's frightened.”

"I didn't have any regrets. But for a while now... I wait for Thursday to come. I realized I'm chasing after day. That's right, today's only Monday, isn't it? It's still quite a while until Thursday."
-

The Last Meeting: The Opened Piano.

There are more things that I cared about. There were also things i didn't want to lose.

To the some extent, there were also more things that I didn't want to see, and more things that I thought would be horrible.

I knew that, in life, both sides are essential.

"The piano... If you can, I'd like to hear you play the piano one more time..."

"I'll play. And in return... Will live another year for me?"
-----------------------

I found this manga when I do some research about some angst stories, which is my favorite genre. And it's already countless time I re-read it, but it still give the same feeling as the first time.

At first, I just read this because someone said it's heart wrenching like the other one shot made by the same artist, so I tried reading this not expecting anything about the story. But first chapter.. up until the last, they were all bittersweet and heartbreaking.

The realistic taste involved had become unbearable, but professionally done as the author explores the areas of self redefinition after terribly tragic incidences have happened to the main characters. How they each overcome their own past through mutual support is perhaps what makes this story such a great read.

"Thanks to the Thursdays that I spent with you, I knew for the first time how it felt to be happy."

"It's thanks to hime that I also understand... How to obtain the thing called happiness."


I CRIED. I Couldn't hold the tears any longer. I really cried like a baby at the ending and that I cried pretty much through the whole Manga when I understood where the story was leading. Though I wouldn't say that it will make absolutely everyone cry, but for the most part, it will remain with you for some time.

Eventhough I usually prefer angst story with cruel ending rather than happily ever after story, but just this time I hope it will end up with happiness for the characters. I was at least expecting they can escape their fates.. two broken people met, and their lives and beliefs were changed. But...

I can give the story and art 10/10. Especially the story, because it was a masterpiece and a hidden jewel. I usually don't give out 10/10 ratings, but this one definitely deserves it.

I haven't read something as touching as this for a long while. It was just brilliant. Even if the romance is subtle I can feel their emotions, their pain and needs. Their love is purely platonic. And the ending.. was just tragically beautiful. Argh I love it so much.

I wish Makoto Shinkai sensei will make the movie for it :')

P.S: I don't recommend this for anyone who can't stand Tragic story and please prepare your tissue box.



View all my reviews

Sabtu, 15 Februari 2014

Hello, Hauls!

I never know, drawing a line on your eyelids can make you feel so good!

World must be shock with my transformation now. Hahahhaha, I beat you this time, babe!

Why? Dunia yang dulu selalu ngejek dengan pertanyaan, "Emang iyad cewek?" sekarang harus mengakui kalau gue ini emang cewek! ;))

Maksud ngana? Okay let's click rewind button of my life.

Iyad kecil sampai tahun 2012 adalah anak yang super tomboy. Tercatat pernah diusir dari toilet cewek karena disangka salah masuk toilet cukup untuk membuktikan kalau iyad itu anaknya gak ada cewek-ceweknya. I dunno if I should proud of it or not actually -________-a

Jangankan make dan high heels ya, hand and body lotion dan bedak aja gue gak pake. Waktu itu gue gak terlalu peduli dengan outer look sih ya. Secara kulit gue emang gak terlalu bandel dan dari dasarnya emang cukup putih jadi sampai remaja, gak terlalu ada effect apa-apa sih dengan supercuek attitude itu. Rambut gue juga rutin dipotong dua bulan sekali, dan selalu dengan panutan hairstyle cowok manis. It was just really matching with me, fit with Makassar hot condition, and not really need much treatment.

Sampai nih ya, suatu hari gue harus berangkat buat KKN di daerah selama sebulan. Waktu itu kita dibagi perposko, setiap posko isinya dari berbagai fakultas. Di posko gue sendiri ada 10 orang, 5 cowok dan 5 cewek, dimana yang asalnya dari teknik cuma gue dan sisanya dari jurusan-jurusan sosial yang cukup dikenal dengan fashionista mereka.

Jujur aja sih, selama KKN itu gue cukup ngerasa tersisih. Why? Soalnya yang lain nganggap gue ini anak cowok dan walhasil gue cukup dicuekin sih -_- rese gak tuh? Ditambah cewek-cewek lainnya doyan banget hijabing dan dandan. makin keleleplah gue ini -___________-

Sesuai kata Rasul, kalau kalian berteman dengan penjual minyak wangi maka kalian akan ketulan wanginya, sedang kalau kita bergaul dengan tukang besi maka tertular pula asemnya. It was a true story. Lama kelamaan gue mulai tergerus untuk mencoba-coba bersolek. tsaah.

Gue mulai dengan lotion, powder, cleanser, toner, dan bb cream. kenapa? soalnya di sana itu panas banget banget banget! keluar sekali, langsung gosong! -_-

Selanjutnya, mereka menjerumuskan gue untuk berlajar jilbab ala hijaber (gue emang selalunya pakai jilbab standar aja sih, even to the party). Sampai akhirnya, gue gak bisa hidup tanpa eyeliner. ulalala. Sekarang gue udah punya sedos lebih skincare+makeup army dan puluhan makeup+hijab tutorial plus rambuut yang udah panjang. 180 degrees transformation, yaks :p

Pokoknya, gue gak bisa lagi keluar dengan bareface, walaupun make up yang gue pake gak menor-menor amat sih. Gue bisanya cuma semi make up doang habisnya (masih pemula). Intinya harus ada sun protectionnya (hand and body, mozturizer, bb cream, etc), powder, eyeliner, mascara, lip gloss, and lip tint. We ready to go! :*

Buat saat ini gue masih sering trial and error sih buat nyari yang pas. And luckly muka gue itu gak sensitif amat, jadi gonta-ganti buat nyoba gak ada effect-nya sama muka gue.

Since gue mulai menekuni bidang ini, gue juga jadi akrab sama haul. Sebelum beli product, gue suka cari-cara reviewnya dulu, gak maukan beli kucing dalam karung. That's why gue pikir kenapa juga gue gak coba buat haul untuk product-product yang gue coba?

Dan taraaaang! Muncullah tulisan ini. Sayangnya, gadget gue hilang waktu ekspedisi 'back to the nature' dan gadget sekarang bikin malas buat ngambil gambar-gambar product lagi soalnya qualitasnya gak bagus. So, I will just share list products that I will review!

  1. Mizzu eyeliner and mascara
  2. Cathy Doll Magic Cream
  3. Cathy Doll Trio Lovely Lip Palate: Red Tone
  4. Maybelline Baby Lip: Pink Lolita
  5. Acnes: Facial Foam, Powder Lotion, UV Tint, and Pact Powder
  6. Naked 2
  7. Odbo Lip Tint: Red
  8. Citra: Pearly Bodywash, Pearly white UV, Night Whitening, Pearly facial foam, and hazeline pearly moisturaraizer
  9. Cathy Doll: Firming Chilli Bomb and Leg Essecnce
  10. Dolly Wink Eyeliner
  11. Maybelline Volume Express Mascara
  12. Maybelline Clear Smooth Foundation
  13. Youghurt Whitening 3 Minutes Body Mask


Itu aja sih dulu yang gue ingat. Banyak juga ya PR-nya. hahahaha. So, for haul-ers, please take care of me. Ini apa sih ya? -_-a

Okay, so maybe that's all for now. Anw, ini postingan gue yang pernah loh di 2014, yeah! Dan meskipun terlambat, tapi ya selamat tahun baru semuanya. semoga tahun ini bisa jadi lebih baik lagi dari tahun-tahun sebelumnya!

Ciaaaaaws!

-Newbie writer, iyad ;)

Senin, 09 Desember 2013

Tokyo Tower: Mom, Me, and Sometimes Dad

Sampai sekarang kepala masih pusing. Maklum, gue nggak bisa nangis soalnya kalau nangis bisa sakit mulai dari flu, sakit kepala, demam, dsb. Tapi gue malah kebanyakan menangis kemarin. Mungkin air matanya bisa bikin banjir saking banyaknya. Emang kenapa bisa nangis separah itu? Tenang-tenang, ini bukan karena body or mind yang tersakiti. Ini karena gue nonton drama. hihihihihihi. Lebay yak?

Tapi serius, ini drama emang asli sedihnya tujuh langit. Dari episode 1 sampai 11 (ending) ngucur terus deh. Kalau nggak percaya, kalian bisa nonton juga, judulnya "Tokyo Tower: Mom, Me, and Sometimes Dad." Nonton yang versi drama-nya ya, bukan yang film. Soalnya kalau menurut gue sih, film-nya agak ngebosenin.



Kalau soal drama penuh makna, Jepang emang ahlinya. Drama ini bercerita tentang seorang anak laki-laki, Masaya dan ibunya. Mereka tinggal berdua setelah orang tua Ma-kun (nama panggilan Masaya) memutuskan untuk hidup terpisah. Soalnya si ayahnya suka mabuk dan rada aneh ya orangnya. Di sini kita diperlihatkan bagaimana besarnya kasih sayang seorang ibu, bagaimana dia rela mengorbakan segala-galanya demi mengukir senyuman di wajah anaknya. Seperti si ibu rela mengurangi waktu makannya supaya bisa bekerja lebih banyak demi membiaya keperluan anak, banting tulang buat beli barang  kesukaan anaknya, dan masih banyak lagi.




Nah, seiring berjalannya waktu, Ma-kun kecil yang manja sudah besar dan mau lanjut kuliah di Tokyo. Si ibu mengijinkan Ma-kun untuk pergi dan bekerja lebih giat supaya bisa kirim uang yang banyak untuk anaknya di Tokyo. Salah satu momen yang paling mengharukan itu pas si Ma-kun mau ke Tokyo, ibunya mau ngantar tapi dia menolak. Pas Ma-kun sudah di kereta ternyata ibunya tetap nyusul, kasih bekal dan beberapa nasehat seperti makan yang teratur, bersihkan kamar kalau berantakan, dan kalau ada kecoa bunuh aja pakai sendal (si anak ini takut banget sama kecoa). Bagian ini ngingetin banget sama ibu, secara gue suka lupa makan, kamar sering berantakan, suka begadang, sering sakit-sakitan.


Selama hidup di Tokyo, Ma-kun banyak banget mengalami pasang surut kehidupan (kayak air laut aja hehehe). Mulai dari karyanya dianggap gak bagus, beli barang mahal eh ternyata kualitasnya jelek (mana sudah ngabisin uang dari ibunya), nyuri makanan sama teman se kost-nya, bolos kuliah sampai hampir di D.O, kena tipu investasi, gak punya duit buat bayar kost-an sampai diusir, sampai dia pakai uang simpanan terakhirnya buat main pachinko tapi kalah dan harus jadi gelandangan di jalan.

Yang bikin gue emosi kadang si Ma-kun lupa ibunya yang susah payah banting tulang sedangkan dia malah sibuk ngambur-hamburin uang. Dan tiba-tiba gue ingat betapa gue juga sering banget pakai duit beli hal-hal yang gak begitu penting buat gue, malas-malasan dan membuang-buang waktu untuk hal yang gak penting. Tapi untungnya setelah si Ma-kun sakit dan ibunya sempat ke Tokyo untuk ngurusin dia (padahal di situ si ibu baru habis kecelakaan), Dia sadar dan akhirnya bisa lulus kuliah.

Ma-kun sudah lulus lama tapi belum bisa dapat kerjaan tetap. Dia nggak pernah serius setiap kali kerja part-time jadi berenti mulu, mana ibu-nya sudah nggak ngirim uang. Singkat cerita si Ma-kun jadi gembel. Gak segaja teman kuliah-nya dulu, Na-kun, ketemu sama si Ma-kun, terus dia ngasih surat yang ketinggalan di kost-annya Ma-kun. Di situ, dia ngasih duit ke Ma-kun, tapi takut si Ma-kun tersindir dia niat simpan lagi uangnya, eh si Ma-kun malah narik uangnya. Pokoknya dia hopeless bangetlah nasibnya di situ. Dari beberapa surat itu, ada surat dari ibunya di desa, minta Ma-kun pulang karena neneknya sedang sakit parah dan ngirimin tiket kereta ke Ma-kun. Akhirnya si Ma-kun pulang ke desanya lagi, ketemu neneknya yang sudah sekarat. Si nenek ternyata selalu simpan koin 10 yen kesukaannya. Si nenek bertanya apa si Ma-kun selalu berusaha yang terbaik di Tokyo? Terus dia jadi ingat betapa dia banyak buat hal-hal yang gak berguna di sana, walaupun akhirnya dia bohong ke neneknya. Wajarlah ya, orang sudah sekarat begitu. Setelah itu si Ma-kun berjanji akan berusaha yang terbaik hingga akhirnya dia berhasil menjadi ilustrator di majalah berkat rekomendasi dari Na-kun.

Setelah punya pekerjaan, giliran Ma-kun untuk membalas jasa orang tuanya. Dia mengajak ibunya untuk tinggal bersama di Tokyo. Si ibu senang sekali mendapat tawaran dari itu, karena buat si ibu asal bersama Ma-kun dia sudah bahagia. Ahhh, kasih ibu memang tidak bisa ukur. Walaupun kehidupan mereka di Tokyo tidak selamanya mulus, soalnya si Ma-kun penyakit nyebelinnya masih suka kambuh, si ibu tetap betah tinggal di Tokyo. Soalnya dia punya beberapa anak-anak baru yaitu Bakabon (teman Ma-kun sejak masih di desa yang nyusul ke Tokyo), Leo (teman kost-an Ma-kun, yang bermasalah sama orang tuanya di Taiwan kalau nggak salah), si Preman (gue lupa siapa namanya, pokoknya dia juga temann kost nya Ma-kun yang sudah 10 tahun di usir dari rumah), sama si bapak-bapak yang gue juga lupa siapa namanya. Oia ada lagi, si cewek fotografer cantik yang bernama Minami juga (pacarnya si Ma-kun juga).





Sayang bahagia itu tidak forever exist ya, si ibu kena kanker. Dan saat itu si Ma-kun sadar banget kalau kasih ibu itu sepanjang masa, sedang kasih anak itu hanya sepanjang jalan. Pokoknya endingnya emosional banget. Petjah tanggul mata gue! ;A;

Seperti judulnya, sebenarnya cerita ini tidak cuma soal anak dan ibunya, kadang-kadang ada bagian yang ayahnya juga muncul. Salutnya, meskipun mereka pisah, si ibu dan ayah hubungannya masih baik banget, mereka malah masih saling sayang banget.


Cerita yang menonjolkan keindahan Tokyo Tower ini menurut gue wajib dinonton oleh seluruh anak di dunia, khususnya yang lagi merantau. Bisa ngasih efek untuk semangat dan gak malas-malasan lagi. Kalau yang lagi kerja skripsi, berasa di pacu untuk segera nyelesaiin skripsinya secepat mungkin gak dianggurin lagi (curhat).

p.s: kalau kalian yang mau nonton ini siapin mental kalian baik-baik dan waktu luang yang banyak soalnya ini drama bikin addict, gak bisa di tunda-tunda lanjut nontonnya.

Kamis, 05 Desember 2013

Official Goodbye

Pernah gak sih, kalian ngerasa pas kalian bangun dan rasanya ada yang berubah?

Aku tahu.

Entah kenapa dan sejak kapan, tiba-tiba saja ada suatu godam besar yang menghantam seolah mengejek: "Kau menyukainya, bodoh!". Yap, maybe I like him more than I plan.

Start from now, let's just call him: Mr. Blue.

Kita memang sudah saling kenal, so I can make sure it's not love at the first sight. Tapi kita hanya sebatas kenalan yang kalau ketemu di jalan akan berhenti sebentar untuk mengatakan hi dan melanjutkan perjalanan. Tapi dunia punya rencanya sendiri, yaitu membuat kami bicara lebih banyak dibandingkan biasanya. Dan juga membuat kami mendapat lebih banyak perhatian dari orang-orang sekitar kami. Well, setelah dipikir-pikir aku merasa ini juga salah satu penyebab aku mulai memperhatikannya mungkin. Tapi aku tidak mau begitu ambil pusing karena aku tahu dia orang yang baik sama semua orang. Sadly, being nice dan PHP itu batasnya tipis banget. Dan paling kacau dari itu semua, ada seseorang yang memberi saran: sabar, tunggu saja, pasti ada hadiah untuk orang sabar.

"And you thought it would be funny to keep me hanging in suspense."


Sementara aku jadi makin sering menunggu dan berpikir tentang dia, dunia bersekongkol mengkhianatiku. Lagi lagi aku tidak tahu kenapa tiba-tiba kami jadi lebih parah daripada dua orang yang tidak saling kenal. We avoiding each other for unknowing reason. Aku tidak mengerti dan tidak bisa mengerti, kenapa bahkan kita tidak bisa bilang hi ketika ketemu. Hey, kita bahkan tidak pernah ada dalam hubungan romantis, kenapa kita jadi seperti orang yang saling menyakiti dan putus begini, sih?

Sudah setahun berlalu. Semakin lama rasanya semakin membingungkan. I'm happy just by thinking of all old memories, but lately it becomes more hard and tiring for me. If this is what people called love, then I'm feeling so sick with this love. So now, I decide to stop waiting. He didn't even tell me to wait, so what the hell I'm doing here, huh? I don't want to be stupid anymore.

"As your sympathetic whispers they told a tale of bad goodbyes.As I take this piece of you with me I'll carry to my grave.And knowing that for someone you're an angel sent to save."


Aku sudah jadi cukup pintar sekarang, jangan terlalu erat ikatannya, nanti sakit. Lagi pula sudah menjadi hak setiap individu untuk merdeka. Biarkan saja, kalau sudah "rumahnya" tidak akan kemana-mana cinta itu. Bisa saja pergi jauh, tapi pasti pulang. Pasti pulang.

I already care, think, and spend my time too much for him. Now it's my time for me and all about myself. I want to pursuit my other dreams and happiness. Yang pasti-pasti saja, aku tidak mau lagi menghabiskan waktuku untuk sesuatu yang tidak pasti. Ah, also for THE ONE who never leave me and always been there to calm me down, Allah.

Allah sudah berjanji kalau akan ada seseorang yang juga sedang berlari ke arahku sekarang, yang tidak membuatku menunggu karena dia akan datang tepat pada waktunya. Orang yang kalau akau bisa semakin memperbaiki diriku, dia juga akan semakin memperbaiki dirinya. Dan walaupun orang itu bukan Mr. Blue, Allah berjanji aku tetap akan bahagia.

"So let's drink to memories we shared.Down one for all the hopes and cares.Here's two for being unaware that you're gone.Because before too long you'll be a memory."


The last, I want to officially say "Goodbye" to Mr. Blue. There's always good in goodbye so I hope you can live well because I will live well for sure too. Dan kalau pun kita memang bukan jodoh, aku harap jika suatu saat kita bertemu di suatu tempat dengan pasangan masing-masing (bahkan keturunan masing-masing mungkin), saat itu kita bisa saling menyapa dan tersenyum seperti dulu. Seperti saat tidak ada apa-apa di antara kita. Ya, di antara kita memang tidak ada apa-apa, kan? I will keep my feeling for you as my secret and  let it be unknown by you till the end. Alone

Makassar, 6 Desember 2013. 
One Man Drinking Games by Mayday Parade, a glass of hot green tea, and here I am
Mature author that choose to move on.



Kata Kata Kesepian

Setiap manusia adalah kekosongan, mereka saling mengisi satu sama lain. Sekalipun seseorang terlihat ceria dan berparas cerah dikala bersama. Tidak seorang pun tahu bagaimana dirinya saat sendiri, mengalami kesendirian.

Diwaktu dia sendiri duduk di dalam kamar, sendiri sewaktu menunggu angkutan kota yang tak kunjung datang, sendiri mendengarkan lagu dengan melodi lambat, sendiri menyantap makanan yang telah dingin, sendiri menikmati secangkir teh hangat di sudut ruangan, sendiri tenggelam dalam buku yang dibacanya, sendiri waktu malam hari yang sepi, sendiri waktu berada ditengah keramaian.

Setiap orang adalah kesepian, menutupi kesepiannya dengan berjumpa teman dekat serta kerabat. Kesepian yang tidak bisa hilang di kala malam datang, dikala waktu sendiri datang. Selalu mencari cara untuk membunuh kesepian. Entah dengan berimajinasi, bercanda atau bicara di dunia maya.

Tulisan adalah kata kata kesepian. Suara yang tidak keluar dan didengar siapapun. Berbicara dengan diri sendiri, atau mungkin mendengarkan diri sendiri. Kesepian adalah keniscayaan.

Ketika lahir pun seorang diri, matipun seorang diri. Sama-sama hidup di alam yang gelap seoarang diri. Kesepian ketika orang-orang dekat pergi, ketika waktu kebersamaan telah habis, ketika matahari tenggelam setiap hari.

Orang yang terbiasa dengan sepi akan jatuh cinta pada kesepian. Menyukai waktu-waktu yang tidak diganggu orang, menyukai perasaannya yang menjadi sendu, dan kesepian itupun menjadi candu. Agak mengherankan memang ketika seseorang begitu menikmati kesepian.

Laki-laki yang terlihat begitu gagahnya pun sejatinya adalah makhluk yang kesepian. Permpuan setegar apapun, juga makhluk yang kesepian. Kesepian yang hidup di dalam hatinya. Kekosongan yang tidak kunjung terisi.

Aku bertanya pada orang yang berlalu lalang. Dengan apa mengisi kosong, dengan apa membunuh sepi?

Orang-orang pun menjawab,”Dengan orang lain”.

Aku menjawab,”Aku tidak suka orang lain masuk ke dalam hidupku”.

Mereka menjawab lagi,”Jika begitu, jadikan dia tidak lagi sebagai orang lain dalam hidupmu”.


Kamis, 28 Februari 2013

Empty Memory



Dulu…
Saat itu aku terkurung dalam kegelapan
Mawar yang ku rawat dengan harapan tumbuh indah dan menghiasi hariku malah menjeratku dengan tangkai berdurinya.
Perasaan dibuang … Kesepian… Karena ditinggalkan
Menyakitkan… Kenyataan itu semakin menyakiti diriku
Walaupun begitu, sama sekali… tak bisa kuhentikan
Dan tanpa sadar aku mulai membenci diriku sendiri yang berpikir terlalu dangkal.
Itulah yang selalu ada dalam pikiranku dan pada akhirnya aku memilih untuk melindungi diri sendiri

Karena itulah, aku berpura-pura melupakan, yang ada di pikiranku hanyalah cara untuk melarikan diri
Menutup semua jalan menuju taman itu, menguncinya rapat-rapat. Lalu kubuang kunci itu jauh-jauh.
Aku hanya pintar melindungi diriku sendiri
Menjijikkan, bukan?

Selanjutnya, ku lewati hari-hari untuk mengubur diriku yang kubenci itu dan membunuh hatiku yang penuh luka. Aku menyembunyikan perasaanku yang sesungguhnya dan berpura-pura kuat.

Kini… aku menjelma mejadi wadah kosong. Tertutup rapat. Hampa. Perasaanku mati rasa.

Hanya memikirkan soal diriku sendiri.
Hanya menyesali perbuatan diri sendiri.
Hanya mengatakan yang ingin dikatakan.
Hanya melakukan yang ingin dilakukan.


Walaupun taman itu masih di sana dan mawar itu tidak melupakanku, tapi tidak tersisa kenangan indah apapun pada ku.
Tak peduli seberapapun aku berusaha mengingatnya kembali
Waktu berjalan telah memudarkan semuanya

Di dunia ini ada juga hal yang tidak akan bisa terulang untuk kedua kalinya. Seharusnya aku tahu itu

“Sesuatu yang hilang, tidak akan pernah bisa kembali.”

Aku… telah berubah menjadi “kenangan”

Rabu, 12 September 2012

Full Lyric - Story of Peter EP by Sarasvati

seperti yang saya bilang dipostingan sebelumnya, saya lagi jatuh cinta sama si mbak Risa Saraswati a.k.a Sarasvati ini.

dan setelah menggembar-gemborkan soal Story of Peter EP nya kak Risa dan memberi kalian link download, nih sekarang saya kasih deh lyricnya, biar kalian bisa ikut nyanyi-nyanyi sama kak Risa pas dengerin mp3-nya. baik kan saya? ;)

hehehe... yowes toh le, langsung check this out aja!

full credit include! :D

Story of Peter EP
Sarasvati

01. Story of Peter

Sad eyed boy in his silly pants
Sometimes his there sometimes he hides
Pale fair skin and his tiny hands
Waving from distance in black and white

Nobody sees him when his around
But his beside me whenever im down
Run about and play around my silky dress
Now I could never forget his face

I don't know who you are
And I don't know where your from
Give me your hands
Lets find a light
Leave all this behind
And forget the world

So the silly peter disappear
Now his nowhere to be seen
His not those shades that I fear
And many things remind me of him

02. Cut and Paste

I hear voices at my back
Disturbing peace for my years sake
I need a rest to hear the air
I ve been deaf for you is it fair?

There is a girl with a million lust
She does things to get it fast
She is only good in cut and paste
A silly girl who think she is the best

There is something in your mind
force my every single line
Should I dancing in your stage
Just like your cat in your cage

There is no light there is only dark
in your heart I see no art
I am like a busker in the park
I sing I cry I play my part

03. Question

Stop the world from shouting
They're burning up my ears
Let me live a daydream
Those fantasies she feels
It's made of copper from the air
It's black charcoal that's golden fair

What am i suppose to feel?

I only see
And what i want, can not be
Does she always walk on bended knees
Yet soars up high

On happy seas

A silent question in my head
In hers a poetry openly read
She is not of being like mine
She does not seek what she can not find

Stop the world from shouting
They're burning up my ears
Let me live a daydream
Those fantasies she feels
It's made of copper from the air
It's black charcoal that's golden fair

What am i suppose to feel?

04. Fighting Club

We are happy family
We don't think to equally
Na na na na na na
Na na na na na na
Im the one who win the bread
Youre all eating from my plate

Im living in an orphanage
You're living in Cambridge
You adored me and adopted me
Now your divorcing me
Im the one who win the bread
You're all eating from my plate

I wont search the reason why…you blamed me… uuuh
I don't see why I should feel..an sympathy….uuuh
Don't send any flowers for me…cause im gloomy…uuuh
So this is the end of our journey…if theres any…uuuh

05. Bilur

Selendang bersulam sutra, biduri lembayung jingga
Saksi mati tuk bersaksi, gelimang pesona diri
Belia usia dulu, ruap cinta tlah menggebu
Samar kulihat dunia, tak sadar semua fana

Semerbak dupa iringi kumelangkah
Cungkupku hanya tanah
Bilur hati merambah
Dan akan datangkah bagiku kesempatan
Bila tak ada titian diri yang rupawan

Sekilas lihatlah mega, anugerah tiada tara
Ini tak adil untukku, halimun hitam merasuk
Ceracau getir ibunda, gemertak sengap hatinya
Firasat tak pernah salah, hanya kuberbuat ulah

Semerbak dupa iringi kumelangkah
Cungkupku hanya tanah
Bilur hati merambah
Dan akan datangkah bagiku kesempatan
Bila tak ada titian jalan yang rupawan

06. Oh I Never Know

I don't care, if you don't wanna know what it is
Cause the time just wont stop to understand
Im scared too scared to believe what I want
Im shy too shy to tell the truth

I want to know, your feeling to clear this mess
I do believe theres no word to explain your heart
Don't be scared don't get scared to believe what you want
Don't be shy don't be shy
To tell the truth

I wanna know what you feel when I am with you
Yes, my heart beat cant stop when I am with you
Im shy so shy yes shy so shy
You never let me know what I wanna hear
You never show me the love that I want from you
Im scared so scared yes scared so scared

07. Perjalanan

Dengan kereta malam kupulang sendiri
Mengikuti rasa rindu
Pada kampung halamanku
Pada ayah yang menunggu
Pada ibu yang selalu mengasihiku

Duduk dihadapanku seorang ibu
Dengan wajah sendu, sendu kelabu
Penuh rasa haru dia menatapku, penuh rasa haru dia menatapku
Seakan ingin memeluk diriku

Dia lalu bercerita tentang
Anak gadisnya yang telah tiada
Karena sakit dan tak terobati
Yang wajahnya mirip denganku, yang wajahnya mirip denganku

credit: Spiderzost ™ (official)


Story of Peter by Sarasvati

Berkah dari whatsApp-an sama kak Rezky Utami hari ini adalah mendapatkan sebuah pengetahuan baru tentang Sarasvati. awalnya saya agak bingung dia itu siapa toh le? ternyata dia adalah mantan vokalis Homogenic, Risa Saraswati. Saraswati kalo disangsekertakan jadi Sarasvati deh.

pas googling atas saran kak Amy, saya menemukan albumnya yang berjudul Story of Peter. awalnya agak merinding ya, soalnya baca-baca sinopsis, katanya si Peter yang dimaksud sama si Risa ini adalah hantu beneran! hantu anak kecil keturunan Belanda. sereeem~ jadi nih ya, si kak Risa ini bisa ngeliat makhluk kasat mata gitu. waktu kecil dia ketemu sama si Peter. dan single pertamanya story of peter itu beneran nyata!

setelah berkomat-kamit baca ayat-ayat Al-Qur'an akhirnya saya mendownload juga deh Story of Peter EP nya kak Risa. langsung gak sabar mutar, dan WOW! AMAZING! langsung jatuh cinta dan gak bisa berenti mutar akunya!

suara kak risa yang serak, misterius, seksi itu loh! orang bilang sih suara angelic gitu. asli khas banget! ada kesegaran baru yang bisa didapat dari album ini. kita bisa mengendus aroma mistis, manis, dan pilu disaat yang bersamaan!

Story of Peter sendiri terdiri dari 7 Track yang dibuka langsung oleh lagu Story of Peter yang menjadi judul albumnya. jangan lupa soal si peter yang sudah saya ceritakan sebelumnya ya!

Cut & Paste menyusul di track kedua. Track yang dahsyat. Mengalun menembus telinga dan masuk begitu dalam ke hati saya.

Berurutan, Question, Fight Club, Oh I Never Knew, dan Perjalanan (lagu lama yang rasanya sudah saya lupa sebelum saya mendengarkan lagi dengan versi mereka) menjadi track selanjutnya.

Dan tanpa berpanjang kata karena saya harus kembali menyusun berkas, saya mengucapkan beribu terima kasih kepada wanita labil berkacamata bernama kak Amy yang telah mengenalkan saya akan dahsyatnya Sarasvati. ;;) :*

oia, saya sertakan link downloadnya deh...

Story Of Peter by Sarasvati



High recommended loh... semoga kalian menikmatinya, readers! ;)

-Excited music lover author, yadd (Makassar, Sept 12th, 2012)

Kerja Kuliah Nyata (KKN) Gel. 82 Universitas Hasanuddin

hai. lama sejak update ya?
dan mungkin bahan updatenya juga sudah telah kali buat di posting, tapi tak apalah.

beberapa bulan yang lalu, sebagai mahasiswa universitas negeri, kami diwajibkan untuk mengikuti program pengabdian pada masyarakat yang bernamakan "Kuliah Kerja Nyata" a.k.a KKN.

program ini dilaksanakan dengan mengirimkan mahasiswa ke daerah-daerah tertentu untuk hidup dan membantu masyarakat disekitarnya.

awalnya, bener-bener pengen kabur dari kegiatan ini. bakalan terdampar ke desa selama 2 bulan, include my ramadhan, tanpa orang tua, tinggal sama orang-orang baru. hell... ditambah merasa sangat amat clueless, mau buat apa di sana? proker apa? bisa apa saya? ahh~

tapi mau nggak mau ya harus ikut. soalnya gak bisa wisuda kalau nggak ambil 4 sks ini. jadilah saya pada suatu hari memasukkan berkas ke UPT KKN Fakultas untuk mendaftar KKN bersama rombongan teman-teman yang lain. gak seangkatan sih yang ngambil, tapi lumayan banyak. dan saat itu yang saya tau saya cuma berdoa diberi tempat yang lumayan dan dapat teman yang seposko!

setelah berkas lolos, kami terluntang-lantang nunggu pembagian lokasi sambil ngantri ini-itu ngurus kelengkapan berkas lain dan mengikuti kelas-kelas pembekalan.

one fine night, dapat mention dari teman yang katanya sekecamatan sama saya. langsung sujud syukur tanpa sadar kalo sekecamatan belum berarti seposko. hahaha. geblek. setelah meneliti lebih lanjut, ternyata yang sekecamatan anak informatika itu cuma kami berdua, padahal yang lain main keroyokan :(

gak lama setelah itu kami disuruh untuk bertemu dengan supervisor kami yang kebutulan adalah pembantu dekan sospol, pak Syamsu Alam. pemilihan koorcam, bencam, sekcam, bahas dana dkk. dan di hari itu saya ketemu teman pertama bernama adis yang hobby koleksi nope orang. hahaha, sorry dis. dan menjadi teman pertama yang ngajak ngobrol buat seorang mahasiswi fakultas kedokteran bernama ayu. jadilah kami trio kwek-kwek baru. *bearhug*

setelah mempelajari kondisi lokasi yang tepatnya berada di kecamatan Tellu Limpoe kabupaten Sidrap, bersegeralah saya shopping untuk mengisi koper yang siap di bawa terbang ke sana.

dan jreng-jreng! tak lama setelah itu kami mengikuti pelepasan di kampus sebelum berangkat ke lokasi masing-masing. saya dan teman prodi yang kebetulan sekecamatan membuat deal hari itu, bakalan ngatur biar bisa seposko dan saya kebagian nyuci - dia nimba. *yang terakhir itu gak deal-deal amat sih :p

next, kami diberangkatkan sesuai dengan kabupaten. urutannya: soppeng, pinrang, sidrap, wajo, dan enrekang. that's mean aku dan kawan-kawan ketiga. sebelum berangkat ternyata ada yang masih harus di urus, laporan KP *pernah saya posting dulu*. sialnya dari anggota kelompok saya yang paling akhir berangkat jadilah saya yang kena tugas bolak-balik ngurus laporan itu ke kampus -_-a

pas hari ketiga, jam setengah 8 kami sudah di suruh kumpul di lapangan PKM. dengan diantar ibu sambil narik koper, bawa ransel, dan tas kecil saya ngeloyor nyari naik mobil tentara yang mana -_-a asli ini mobilnya extreme!

sebelum berangkat saya sempat liat ibu nangis loh. saya jadi berasa mau jadi relawan perang loh. apalagi disuruh pake seragam atribut KKN yang berupa kemeja mirip pelayan alfamart, ada juga yang bilang mirip pegawai pom bensin -_- kurang soundtrack musik sedih aja kali ya -_-

perjalanan ke lokasi memakan waktu 4-5 jam. deretan mobil-mobil gede itu pun akhirnya menelantarkan kami di depan kantor kecamatan Tellu Limpoe untuk diterima oleh pak Camat atau yang mewakili.

setelah mendengar ceramah panjang lebar, tibalah saat-saat yang paling mendebarkan! *ala bencam* pengumuman posko! dan ternyata saya ama teman saya itu pisah posko. agak kecewa sih, apalagi dia kayaknya gak ambil pusing padahal dia yang bilang mau ngatur biar seposko. jadi merasa agak gak penting gitu ya :')

okei, forget it. saya mendapat posko yang berlokasi di Kelurahan Arateng. di dalam posko ada 10 orang. tapi saat itu untuk minggu pertama hanya ada 9 orang karena yang satunya susulan dari fakultas ekonomi yang profesi tapi dibatalin.

awalnya merasa lost. bayangin, gak tau teman seposko siapa, gak tau yang mana yang jemput, gimana ke sana, dan bagaimana caranya saya survive tanpa kenal satu orang pun?!

setelah berteriak-teriak "Arateng? Arateng?" akhirnya ada bapak berkumis yang nyahut dan manggil. gak bisa lupa muka bapak itu. sampe di posko, kami disambut oleh para pegawai kelurahan dan dibimbing ke kamar. ada 2 kamar, 1 untuk cowok yang berada di sebelah kiri dan sebelah kanan untuk cewek. kamarnya berhadapan dengan meja makan di tengah-tengah.

setelah menyimpan barang-barang, kami dipanggil untuk makan kolak pisang bersama. ah, baiknyaaa~. di saat itu saya kaku. sumpah. saya gak kenal makhluk-makhluk disekitar saya. dengan sekuat tenaga saya mengajak bicara cewek di sebelah kanan saya waktu itu. namanya Kak Nurul Qisti, anak Pertanian 2008. barulah sore harinya mulai ngobrol sama anak-anak cewek lainnya, Dian (Sastra Inggris 09) dan Indah (Antro 09).

buat cowoknya, saya cuma tau satu orang yang kebetulan sejurus namanya Agus (elektro 09). sisanya saya baru tahu namanya seminggu lebih kayaknya. hahaha. buat lawan jenis saya memang gak bisa ngobrol duluan.

seminggu kami diberi kesempatan untuk observasi buat program kerja. dan setelah seminggu itu pula akhirnya anak baru bernama Atika (akuntansi 09) muncul. setelah berdiskusi dengan agus, akhirnya kami berdua dari jurusan elektro memutuskan untuk mengusung Sosialisasi SOMASI (Solusi Hemat Listrik) dan Pelatihan Microsoft Office sebagai proker wajib kami.

tidak lama setelah itu kami mengadakan seminar program kerja, dengan mengundang pegawai kelurahan, perwakilan tiap kelurahan/desa sekecamatan, dan tokoh masyarakat kelurahan Arateng untuk memaparkan program kerja dan menerima proker usulan.

total saat itu ada 10 proker wajib dan 6 tambahan yang harus kami laksanakan selama 2 bulan.

proker-proker wajib dan yang berat-berat kami balap sebelum bulan puasa (kami baru ditarik 1 minggu sebelum lebaran loh).

selama 2 bulan itu, selain kerja proker, juga bergaul sama masyarakat, didatangin anak SD, jadi pengasuh anak kembar tante posko (Tante Kasma), Si Echa (co, 3 th) dan Ikki (ce, 3 th).

oia, di posko kami, kami dibantu 2 tante baik hati yang tak terlupakan, tante kasma yang suka kebetulan dengar gosip dan tante Lalli yang hebohnya super!

kami para ladies hanya bertugas mencuci piring karena kedua tante itu yang masak untuk kami. dan yummy loh pemirsah ;)

ada banyak pengalaman tak terlupakan, cerita-cerita yang tak habis tertuliskan. beberapa yang bisa saya bilang, saya merasa sangat bahagia berada di sana. teman-teman yang seru, seperti keluarga baru! saya menjadi yang paling bungsu di posko sehingga mendapat gelar 'Adiks Iyad'. Atika paling doyan manggil saya 'Ratu bully', sedangkan kak nurul menobatkan saya sebagai 'Asisten', sementara dian saya beri julukan snow white yang lalu saya kader biar jadi lebih kuat. hahaha... menjadi ibu dari banyak anak2 SD dan si Ikki, Echa, dan Alis. menjadi pacar anak SD kelas 1 bernama Fikra yang ganteng. menjadi anak bungsu tante kasma. membentuk geng midnite bersama agus dan awi yang kerjaannya ngumpul cerita-cerutu, curhat-curhatan sampai tengah malam. oia, anggota geng midnite nambah si Atika pas mau penarikan. untuk personel posko nanti saya posting satu-satu yaaa...

wuah, tulisannya sudah panjang sekali.

intinyaaaa.... Tellu Limpoe Berkesan! Arateng Loved! KKN 82 unforgettable!

-KKN 82 UH Kel. Arateng, Kec. Tellu Limpoe, Kab. Sidrap. ditulis di Arateng, 12 Agustus 2012 (malam sebelum penarikan, 13 Agustus). baru diposting karena jaringan yang sumpah parah di desa :(







_________________________
I added cool smileys to this message... if you don't see them go to: http://s.exps.me

Sabtu, 25 Februari 2012

Cogito Ergo Sum, Certamen Ergo Sum.

Hidup ini tidak sempurna. Dan bukankah kita pun yang menjalani hidup ini tidaklah sempurna, kan? Tapi karena tahu itu bukan berarti kita harus berhenti berusaha. Justru kita harus lebih berusaha, jauh jauh jauh dan jauh lebih keras karena kita tahu kegagalan selalu mengejar kita.

Dengan menyadari ketidaksempurnaan hidup ini, kita tahu kalau tidak selamanya hidup ini akan berputar satu arah. Yang sukses terus sukses, dan yang kalah akan selalu kalah. Tidak. Seorang yang berada di puncak bisa terjatuh, bukankah karena itu ada kata bawah? Dan orang yang berada di bawah bisa merangkak naik, bukankah karena itu ada kata atas?

Tiap manusia itu punya kekurangan dan kelemahan. Itu hal mutlak. Seperti yang saya bilang sebelumnya, tidak ada yang sempurna. Semua sama, tidak ada pengecualian. Yang pada akhirnya membuat kita berbeda hanya pada bagaimana kita menyikapinya. Dari cara kita itulah akhirnya kita suka tidak suka, akan dikelas-kelaskan dalam derajat yang bertingkat sesuai dengan kesetiaan kita pada upaya untuk membaikkan diri.

Ketidaksempurnaan hidup bisa memecahkan sebagian orang bahkan bukan hanya menjadi puing-puing namun bisa juga menjadi serpihan-serpihan yang tak tertolong lagi. Tapi juga bisa menyebabkan sebagian lain memecahkan rekor. Cara membawa dirimu, menentukan apakah kamu akan jatuh dan pecah atau berdiri gagah memecahkan rekor.

Tidak harus terlahir dari keluarga hebat kok untuk jadi hebat. Buktinya tidak sedikit orang yang justru dengan segala kekurangannya bisa menjadi sukses. Dan tidak harus terlahir dari keluarga pecundang untuk menjadi pecundang. Buktinya ada juga orang yang justru segala kelebihannya malah menjadi kelemahannya dan menjatuhkannya.

Sekali lagi saya ingin mengatakan kita sama, tidak ada pengecualian. Yang membedakan kita hanya cara menyikapi dan membawa diri. Dan itu semua bergantung pada hati. Ya, hati… sesuatu yang ada dalam diri setiap manusia yang terlahir di dunia ini. sesuatu yang membedakan baik dan buruk.

Dan bukankah ada yang bilang segala sesuatu itu tergantung niatnya? Dengan niat baik dan tekad kuat yang berasal dari hati yang besar… keajaiban bisa lahir dari sana. Saya percaya keajaiban itu ada. Tapi keajaiban itu pula saya percayai tidak datang begitu saja. Keajaiban itu bermula ketika kita percaya dan berpikir bahwa keajaiban itu ada. Cogito ergo sum. Dan dia betul-betul terlihat ketika kita berjuang untuk mewujudkannya. Certamen ergo sum. Kejaiban itu bukan suatu kebetulan yang datang tiba-tiba dengan sendirinya. Segalanya berasal dari pikiran dan diwujudkan dengan kerja keras.

Tidak ada kerja keras tanpa impian, dan tidak ada impian tanpa kerja keras!

Jika kamu punya impian, cita-cita yang bermakna, kekuatan pikiran yang luar biasa tetapi kamu sama sekali tidak pernah meneteskan keringat untuk memperjuangkan mimpimu itu, kamu tidak akan lebih dari seorang pembual!

Tapi jangan pula pernah bekerja keras tanpa ada impian. Kamu hanya akan kelelahan melangkah tanpa tujuan. Buta! Tidak ada perlabuhan. Tidak akan ada kepuasan dan kesenangan yang kamu peroleh dari tiap tetes keringatmu. Kamu hanya akan berakhir tidak dengan memegang permata, tetapi pasir yang hilang bersama tiupan angin. Dan itu tidak akan membuatmu lebih dari sekedar pembual bagi dunia ini.

Semua orang bisa bermimpi, mau itu sederhana atau luar biasa. Imajinasi itu bebas, tidak perlu merogoh saku dalam-dalam untuk memilikinya. Selama kamu bernapas, kamu berhak untuk bermimpi!

Juga tidak ada kriteria tertentu untuk bekerja keras. Jika kamu merasa dirimu besar atau lebih, kamu tetap harus bekerja keras. Selalu ada celah dalam setiap hal. Dan jika kamu merasa dirimu kurang dalam setiap keterbatasanmu, kamu tetap harus bekerja keras. Selalu ada harapan disetiap keterbatasan. Karena masih ada satu hal yang tidak boleh kita lupakan. Setiap kata diciptakan berpasangan. Disamping ketidaksempurnaan hidup, ada satu yang sempurna… Sang Pencipta. Dia yang Maha Adil, yang Maha Penyayang, yang Maha Pemurah, yang Maha Segalanya. Dia selalu punya rencana terbaik bagi hamba-Nya yang tidak pernah menyerah. Dia selalu adil dalam membalas setiap tetes keringat dan air matamu.

“Jangan pernah meremehkan kekuatan seorang manusia, karena Tuhan sedikit pun tidak pernah.”


So don’t stop dreaming, always keep the faith, pray and fight for it!

Di atas hidup yang tidak sempurna ini, sekali lagi saya berjanji untuk terus bermimpi dan berjuang. Love your dreams, love your fight and what you do, love your life with brave and never give up!

Yadd Dwianri.
-

Nb: Terima kasih yang sebesar-besarnya buat Mas Donny Dhirgantoro untuk setiap untaian kata dan buku-buku yang terus menginspirasi dan menguatkan saya. :)


Sabtu, 28 Januari 2012

Me, my update, and Goodreads

hai... sudah berapa lama sejak gue terakhir posting?
gak ada yang mau sibuk sibuk hitung ya? hahahaha :p

oke... belakangan ini meskipun gue punya banyak waktu buat online PC tapi gue jarang update blog karena ke addict sama namanya browsing dan... Goodreads!

salah satu situs penikmat buku itu selalu sukses menarik perhatian gue, sampai lupa waktu online-nya. kita bisa cari referensi buku bagus, buat review, baca tulisan buatan para penikmat buku dengan berbagai genre yang tersedia, dan ketemu banyak teman se-minat!



jadi niat buat mosting cerita di sana, tapi masih bingung, karena storyboardnya masih ngambang.

Story board? ya... setelah hiatus sekian lama karena lagi berusaha menata ulang kehidupan gue yang sempat hancur berantakan, akhirnya gue kembali ke salah satu kegemaran gue. menulis. dan kenapa gue balik nulis? karena dengan nulis gue bebas berekspresi jadi diri gue sendiri, wujudin mimpi-mimpi yang ada dalam khayalan gue, dan mencurahkan semua perasaan di sana. is it passion? i dunno. i just love it.



sekarang lagi ada beberapa cerita sih yang dikembangin. semoga sukses aja dah ya, gak kesangkut-sangkut lagi nulisnya. dan semoga cita-cita 'make a bestseller book' bisa terwujud!



oke, i must back to my Goodreads. kalau ada adari readers yang punya acc di sana, add me ya: Iyad Dwianri or just click this link: http://www.goodreads.com/iyayayadd :)

Keep on dreaming, read, write, and creative! :*


come back author, yadd :)

Rabu, 11 Januari 2012

E M O S I ! ! !

gak ada basa-basi. intinya gue emosi! sumpah!
saking emosinya gak bisa keukur lagi!
entah bagaimana hilangin emosinya.
i wanna shout and i'm sure that will scare everyone around me.
usually i always play my role as a nice one.
thanks to him, now i cant handle my emotion. and it's make me feel so dizzy! -____-



"Sekarang saya mengerti kenapa mantanmu bisa begitu."

wait, what? you understand?! how could you understand!? who do you think you are, Mister?! Never underestimate the pain of a person,because in all honesty, everyone is struggling.Just some people are better at hiding it than others..

Who are you to judge me & the life I live? I'm not perfect & don’t claim to be, but before you point fingers, make sure your hands are clean! and Unless you've lived my life, don't judge me. You don't know, never have & never will know every little detail about me!!!

My life. My choices. My problems. My mistakes. My lessons. Not your business. Mind your own problems before you talk about mine.

Don't get my personality and my attitude twisted, Because my personality is ME, and my attitude depends on YOU!

Don’t make me mad then tell me to calm down. That’s like shooting someone and then wondering why they’re bleeding


Senin, 19 Desember 2011

One of My Future Plans

oke. gue balik lagi di tengah cuaca yang galaunya naujubileh dan sukses bikin gue flu gak ketulung -_-"





sekarang gue pengen curhat tentang salah satu rencana masa depan gue, sebagai seorang mahasiswi toladan khususnya. Tugas Akhir a.k.a Skripsi.



Hampir tiga tahun saya kuliah (ternyata). Sudah tua juga ternyata, sudah dipanggil kakak di kampus. ya, sekarang gue udah mau pindah aja ke semester 6, mikir-mikir juga udah mulai lumutan di kampus. so sebagai anak yang selama ini berprestasi baik *sombongakut*, gue udah dikejar deadline wisuda!




sekarang gue lagi planning buat sistem pendeteksi kanker otak buat pra-diagnosis. jadi buat para dokter gakusah takut kegeser sama kejeniusan gue. gue bakalan tetap nyarin para calon user gue ke kalian kok *ceesan*



kalo mau jujur, alasan kenapa gue milih "medical engineering" ya, sekalian buat ngabulin obsesi keluarga yang pengen punya anak dokter sih. soalnya anak cewek kiyut-kiyutnya ini ngotot pengen jadi engineer! hahahaha *waham* :p



tapi gue sebenarnya masih bingung nih program pengen diapaan sih. bingung nyari datanya juga... -______- gue harus berkutat dengan buku-buku kanker dan otak, interview dokter-dokter yang gue kenal, nyari kenalan yang tau. berasa anak medik gue, semoga aja program-program isi kepala gue gak ketiban sama tuh materi baru yang buat otak berputar 180 derajat. masih ada 3 hari exam gue :(

well, di-ending curhatan gue ini, please cutie readers, doakan gue bisa sukses yaaa... *mukamelas*



okeee, gue pengen lanjut baca-baca artikel lagi demi masa depan ST yang lebih baik lagi... :D



nb: sebelum gue kabur nih ya, gue kasih deh repost tips tentang skripsi :p (cc: http://fandirsch.blogspot.com/2011/01/lengkap-10-rahasia-cara-mudah.html)

TA-THESIS-SKRIPSI TA-Skripsi-Tesis atau apa aja namanya memang dianggap menjadi suatu yang menakutkan bagi mahasiswa, karena merupakan prasyarat akhir sebelum wisuda, sebenarnya kalau dicermati hal tersebut adalah mudah saja, hanya kita sudah menganggapnya sesuatu hal yang sulit untuk diselesaikan. Nah berikut akan dijelaskan langkah-langkah mudah bagaimana menyelesaikan TA-Skripsi-Tesis yang sebenarnya jika kita mau sedikit santai akan terasa mudah bahkan akan dapat mengembangkan wawasan anda apa arti penelitian lebih luas jika anda menikmatinya... langkah-langkah dan segala sesuatu hal yang diperlukan akan saya jelaskan sebagai berikut:

1. Jangan Terlalu Idealis dan Perfeksionis
Banyak mahasiswa yang ingin penelitiannya lain daripada yang lain dengan memaksakan idenya atau ingin skripsinya sempurna, hehehe mungkin ingin dianggap hebat dan lebih baik dari pada yang lainnya wajar kok.
Tapi biasanya mereka yang demikian ini cenderung kesulitan pada akhirnya dan menjadikan penelitiannya malah gak selesai. Jadi intinya biasa aja ambil aja topik atau kajian yang umum dan ringan-ringan aja, intinya anda memahami apa yang akan anda teliti, percuma kan anda meneliti tetapi anda tidak tau arah penelitian anda nantinya. Karena pada intinya yang namanya Ta-Skripsi-Thesis itu cuman pembelajaran untuk mempelajari fenomena yang terjadi ketika anda telah terjun ke lapangan, menjumpai temuan atau permasalahan dan menemukan cara menyelesaikannya. Kalau toh tetep ngeyel pengen menuangkan ide yang pikiran anda sendiri nantinya juga ga masalah kan, karena pada tahap awal anda sudah belajar melakukan penelitian yang mudah, sehingga tau bagaimana membuat suatu penelitian yang lebih baik. Hehe intinya setelah belajar yang mudah nanti yang sulitpun anda akan tetap bisa.

2. Mengambil Kajian Yang Sederhana
Ambil judul yang umum, jangan takut judul pasaran, yang penting anda menguasai latar belakang dan permasalahan dosen pasti akan berpikir dua kali untuk gak acc judul anda. Contoh ringan ambil aja judul yang ada di http://www.skripsi-gratis.co.cc/ ikuti ketentuannya agar mendapatkan proposal gratisnya. Ambil judul sembarang sesuai dengan kajian anda, kemudian pelajari proposal atau bab 1- 3 yang dikirimkan mulai pendahuluan, landasan teori dan metpennya. Cara mempelajari yang baik adalah dengan rileks dan santai umpamakan aja anda sedang membaca buku, novel atau komik kesukaan anda. Jadi ketika anda membaca buku, novel atau komik kesukaan anda ketika ditanya jalan cerita anda bisa menjelaskannya dengan mudah karena anda rilek dan menyukai, nah kenapa membaca skripsi tidak seperti itu hehehehe kan ntar kalau ditanya tentang skripsi yang anda tulis anda pasti bisa menjelaskannya, nggak perlu belajar lagi kan. Klo anda ambil topik yang sulit meski anda tertarik kadang masih kesulitan memahami dan sulit juga dalam mencari teori, belum lagi lagi pasti banyak revisi yang bikin pusing dijamin dech ga bakal cepet kelar tuch penelitian.

3. Menjalin Komunikasi Dengan Pembimbing (Dosen)
Sebenarnya klo mau jujur ga ada dosen pembimbing yang mempersulit mahasiswa bimbingannya, yang ada hanya mahasiswa yang merasa dipersulit, kenapa? Penyebab utamanya biasanya adalah kita kurang menguasai bahan atau topik penelitian kita, sehingga ketika ditanya mahasiswa dianggap kurang bisa menjelaskan, tentunya dosen menganggap hal ini akan mempersulit mahasiswa nantinya dalam mempertanggungjawabkan hasil penelitiannya, nah akhirnya dosen memberikan saran atau revisi agar lebih mudah..hehehe. Tapi uniknya karena kebanyakan mahasiswa hanya ya...pak, ya...bu akhirnya mereka merasa kesulitan sendiri, karena kebanyakan juga mereka ngga ngerti apa yang dimaksudkan dosen pembimbing, nah disini mahasiswa merasa dipersulit. (Lagian klo di logika mana ada dosen yang suka mahasiswanya bimbingan ga selesai2 mending kan cepet selesai trus ngerjain yang lain ya ...kan).

4. Jangan Pernah Takut Rumus Atau Angka
Kalau yang ini khusus buat mahasiswa ekonomi dan fisip aja kali, hehehe soalnya jarang jg penelitian hukum pake rumus. Artinya ketika akan menentukan judul sebenarnya lebih mudah yang pake metode kuantitatif daripada kualitatif, soalnya dengan kuantitatif peneliti atau mahasiswa sudah punya hasil analisis dalam bentuk angka yang sudah dihasilkan dari hasil penelitiannya nah tinggal menjelaskan aja kan, klo kualitatif wah kita harus pandai2 mengarang, soalnya pertanyaan bisa lebih bermacam-macam.
Contohnya begini: Dari judul skripsi kuantitatif seperti “Analisis Pengaruh Bauran Promosi Terhadap Penjualan” dari judul itu paling kita hanya menjelaskan seberapa besar aja pengaruh bauran promosi terhadap penjualan. Dan hasil seberapa besar itu dah ada di hasil analisis kita, kita juga hanya menjelaskan ada pengaruh apa tidak yang hasil dan kriteria ada atau tidaknya sudah ada di skripsi kita.
Klo judulnya kualitatif seperti “Pelaksanaan promosi terhadap penjualan ptX” wah permasalahannya bisa ribet kita harus paham benar pelaksanaan promosi yang baik, kurangnya dimana, kita harus ngapain hehe dan berbagai macam pertanyaan yang lainnya.
Masalah rumus santai aja, kenapa kita ngga pernah takut ketika kita tau kalau rumus luas adalah panjang x lebar, atau rumus segitiga setengah alas x tinggi, nah kenapa kita sekarang takut klo rumus mencari pengaruh adalah dengan menggunakan regresi y = a + bx (rumus regresi sederhana), rumus cari hubungan adalah korelasi, atau berbagai macam rumus lainnya, Nah sebenarnya kan sudah bisa dijelaskan klo rumus ya rumus ga mungkin kita disuruh menjelaskan kenapa rumus luas itu panjang x lebar ia kan.
Gampangnya rumus itu kaya alat ngolah data aja supaya tau hasilnya, dapat kita terjemahkan umpamanya ada ikan dan kita ingin ikan masak, maka untuk menggoreng ya pake penggorengan, untuk merebus ya pake panci, untuk membakar ikan tersebut ya harus pake panggangan, tidak mungkin kita merebus dengan minyak goreng dan penggorengan, tidak mungkin kita ingin ikan bakar tapi kita masukkan ikan tersebut kedalam air mendidih, sama seperti alat masak tadi, rumus juga alat kenapa takut...

5. Pahami Tahap Penyusunan Penelitian
Biar penelitian cepat selesai sebenarnya kita hanya perlu belajar tentang tahapan penyusunan aja mulai pendahuluan sampai kesimpulan, memang lain lain kampus lain pula cara atau format penulisannya tapi pada intinya sama. Adapun tahapan yang umum dari penulisan ta-skripsi-thesis adalah sebagai berikut:

Pendahuluan
Bab ini berisi latar belakang kenapa kita mengambil judul, secara umum menggambarkan secara singkat tentang topik yang akan kita bahas. Selanjutnya adalah permasalahan/masalah penelitian dimana dari latar belakang tadi kita mengemukakan permasalahan yang ada untuk diselesaikan, kemudian ada tujuan penelitian dimana dalam sub bab ini kita mengemukakan tujuan yang pada intinya tujuan merupakan gambaran dari permasalahan yang harus kita selesaikan jadi masalah dan tujuan harus sinkron atau mudahnya tujuan pada intinya ya harus menyelesaikan masalah. Selanjutnya adalah manfaat atau kegunaan penelitian dimana dalam sub bab ini biasanya menjelaskan manfaat dari penelitian yang kita lakukan. Biasanya manfaat ini terbagi atas manfaat praktis dan teoritis, tetapi ada juga yang menggunakan model menunjukkan kegunaan manfaat bagi penulis, perusahaan, dan peneliti lain. Tetapi pada intinya sub bab manfaat penelitian ini harus mampu menunjukkan apa manfaat penelitian yang dilakukan ini ke depan. Dan biasanya ada yang ditambahkan dengan sistematika penulisan, yang berisi bentuk kerangka penulisan kita mulai dari pendahuluan hingga penutup.

TEORI DAN HIPOTESIS
Selanjutnya setelah menjelaskan pendahuluan, maka suatu penelitian yang baik harus didasari oleh teori-teori yang baik pula, mudahnya kita tidak bisa dengan mudah mengambil suatu judul misal “pengaruh bauran promosi terhadap penjualan pt.x” tanpa kita menjelaskan apa arti bauran promosi, apa arti penjualan dll. Nah disinilah pentingnya bab landasan teori, kerangka teori, tinjauan pustaka atau apapun namanya diperlukan dalam suatu skripsi atau thesis. Hal tersebut dikarenakan dalam bab ini akan menjelaskan definisi dari sesuatu (variabel-variabel) yang akan kita teliti sesuai dengan pendapat para ahli yang telah ahli di bidangnya dalam bentuk literatur atau buku penunjang. Setelah menjelaskan masing-masing akhirnya kita dapat menentukan hipotesis/dugaan (untuk penelitian menggunakan hipotesis) atau bahasa mudahnya setelah kita membaca dan menyajikan teori dari para ahli kemudian kita menduga, nah adanya dugaan ini kita sesuaikan dengan permasalahan dan tujuan dari penulisan. Misalnya kalau tujuannya berisi “untuk menganalisis pengaruh secara bersama-sama” tentu saja hipotesis atau dugaannya adalah “diduga ada pengaruh secara bersama sama” demikian seterusnya.

METODE PENELITIAN
Dalam bab ini berisi urutan atau tata cara dalam membuktikan dugaan/hipotesis yang ada. Biasanya berisi variabel yang kita teliti, lokasi, populasi sampel, sumber data, teknik pengumpulan data dan setelah data kita peroleh, tentu saja yang terakhir adalah cara kita mengolah data tersebut sesuai permasalahan, tujuan dan hipotesis yang ada, dimana dikenal dengan Teknik Analisis Data. Dalam Teknik analisis data kita sesuaikan apakah pakai kuanti atau kuali, kalau kuanti pake rumus apa, dan juga apa kriterianya. (Makanya rumus cuman alat untuk mencari hasil saja)

HASIL DAN PEMBAHASAN, KESIMPULAN
Bab ini berisi temuan dilapangan dan dengan menggunakan metode penelitian dan teknik analisis yang telah dijelaskan akan disajikan hasil penelitian dan selanjutnya dibahas apa hasilnya sesuai dengan permasalahan, tujuan dan hipotesis yang telah dikemukakan sebelumnya, nah selanjutnya tinggal dibuat kesimpulanya dimana kesimpulan ini juga harus sesuai dengan permasalahan, tujuan dan hipotesis yang telah dikemukakan. NAH MUDAH BUKAN!!

6. DAFTAR PUSTAKA (JANGAN TAKUT MEMODIFIKASI ISI SKRIPSI)
Seperti ketika kita kesulitan untuk mencari bahan literatur yang baru, santai aja ganti aja literatur tahun lama dengan tahun yang baru, lagian pasti kalau judul pengarangnya sama pasti isinya juga sama cuman beda halaman aja, yang penting biar ga ketahuan ganti juga daftar pustakanya. Dari pengalaman saya sejak tahun 1998-2008 dalam membuat skripsi jarang juga dosen yang cek sampai detail paling 5 dosen dari 100 mahasiswa. (dalam 1 semester 40-50 orang mahasiswa yang saya bantu). Kalau masalah kesulitan data modifikasi aja tahunnya jadi yang terbaru (untuk data-data tertentu aja yang ga bisa dimodifikasi misalnya yang berkaitan dengan saham atau pemerintahan tapi kalau u yakin jg ga masalah yang penting bisa menjelaskan)

7. JANGAN MELIHAT HASIL TEMAN
Jangan pernah membandingkan hasil penelitian anda dengan hasil teman anda, yang ada anda hanya akan bingung karena belum tentu metode teman sama dengan punya anda, yang penting anda belajar dan yakin aja punya anda yang terbaik.

8. PERHATIKAN WAKTU BIMBINGAN
Sekiler apapun pembimbing menurut anda tapi kalau anda memilih waktu yang tepat pasti anda akan dibimbing dengan benar, artinya kita juga harus memperhatikan saat akan bimbingan dosen lagi sibuk apa nyantai, nah misalnya dengan menanyakan apakah dosen pembimbing ada waktu, soalnya kalau mereka pas lagi sibuk2nya ya jangan salah kan kalau dibaca sekilas ya mending kalau di acc tapi kalau dicoret2 dan kita ngga sempat diskusi payah kan. .

9. JANGAN TAKUT DEADLINE
Ini biasanya penyakit mahasiswa yang takut ketika teman selesai dan adanya deadline dari kampus, ini malah bikin konsentrasi anda buyar dan skripsi malah bisa ga selesai atau bisa selesai tapi biasanya ga maksimal, klo ada dealine dari kampus pastikan sendiri kebenarannya dan anda tetap tenang aja, soalnya belajar dari pengalaman jarang kampus yang kegiatannya sesuai kalender akademik Doain aja molor.

10. JANGAN PERNAH MEMPREDIKSI PERTANYAAN WAKTU UJIAN
Sudah bukan rahasia umum lagi saat akan mendekati ujian anda pasti berpikir besok ditanya apa ya? Apa lagi tanya teman yang sudah ujian dulu wah jangan itu bikin pikiran, mending mulai sekarang saya ajari memprediksi secara tepat bahwa yang akan ditanya waktu ujian ya bab pendahuluan sampai kesimpulan ya kan.... Nah makanya konsentrasi aja belajar biar ilang rasa takut besok ditanya apa.